|
 | Please, Be Here With Me... | Oct 16, 2010 |
Bersamaku..kalian akan menemukan penggalan cerita tentang hari-hariku bersama orang-orang terkasih, keluarga, teman dan sahabat. Jika kalian usai membacanya; mungkin kalian akan menyukaiku, lalu kita bisa berteman dan menjadi sahabat. Dan persahabatan kita akan semakin menambah warna hidupku dan melengkapi catatan tentang hari-hari indahku...  Sebagai penyuka makanan pedas, sambal adalah menu wajib yang selalu tersaji di meja makan rumah saya. Setelah minggu lalu mencoba menghadirkan sambal khas Bali, hari ini saya menyajikan sambal khas Padang untuk keluarga tercinta.
Resep Sambal lado Mudo
Bahan :
20-25 buah cabai rawit hijau 5 buah cabai hijau besar 2 buah tomat hijau 5 siung bawang putih 3 siung bawang merah 4 lembar daun jeruk purut 1-2 sdt air jeruk nipis garam dan gula secukupnya minyak goreng untuk menumis
Cara Membuat :
1. Kukus semua bahan kecuali daun jeruk 2. Haluskan bumbu yang telah dikukus 3. Tumis bumbu halus, masukkan gula,garam,daun jeruk dan air jeruk nipis 4. Aduk rata dan tumis hingga harum dan sambal mengeluakan minyak 5. Sajikan
* Resep ini saya buat untuk diikut sertakan dalam IDFB Challenge 4
 | Category: | | Side Dishes & Condiments | | Style: | | Other | | Special Consideration: | | Quick and Easy |
Description: Tugas dari Indonesian Foodblogger (IDFB Challenge 4) yang bertema Sambal, berhasil 'memaksa' saya untuk membuat Sambal Matah. Sebenernya udah lama banget saya pengen nyicipin sambal khas Bali ini. Tapi belum kesampean, karena ketunda-tunda terus bikinnya..padahal setelah dicoba, bikinnya gampang dan cepat.
Walaupun simple, tapi Sambal yang satu ini rasanya mantep dan bikin saya ‘jatuh cinta’ pada suapan pertama ^^
Ingredients: 3-4 butir bawang merah, iris tipis 2 batang serai,iris tipis 5 cabai rawit, iris tipis 1 sdt terasi, bakar sejenak, haluskan Sejumput garam Sejumput gula…*optional 1-2 sdt air jeruk nipis 4-5 sdm minyak sayur
Directions: 1. Campur semua bahan yang telah diiris 2. Masukkan minyak sayur, terasi,garam dan gula 3. Aduk dan remas semua bahan secara perlahan hingga tercampur rata 4. Tambahkan air jeruk nipis, remas kembali 5. Sajikan
  Dalam fotografi, ada beberapa istilah yang sering kita dengar. Diantaranya adalah Bokeh. Menurut Bang Wiki, istilah bokeh berasal dari bahasa jepang yakni Boke. Yang artinya adalah 'blur' atau 'kabur'. Dengan kata lain, foto bokeh adalah karakteristik foto yang menonjolkan sebuah obyek utama yang fokusnya sangat tajam, sementara latar belakang (dan atau depan) sangat kabur. Kemarin siang, saya ga sengaja motret keponakan yang abis potong rambut. Ini pertama kalinya saya motret 'model', secara obyek foto saya biasanya adalah makanan ;) Walo motretnya buru-buru banget --keburu si bocah 'pethakilan' lagi--, pas saya cek di lappy ; ternyata saya dapat bokehnya :) Seneng deh rasanya... Walopun hanya 1 kemajuan kecil, tapi foto bokeh ini bikin saya tambah semangat buat belajar teknik-teknik fotografi yang lain.
Thanks Oscy :)
* Model : Oscar --yang lagi demen difoto dengan gaya rambut barunya ^^  | Kotho'an | Mar 24, '12 11:24 AM for everyone |

Di kampung halaman saya (Surabaya), masakan Mangut disebut Kotho'an. Bahan utama Kotho'an adalan ikan panggang dan memiliki aroma khas, hasil kombinasi dari bumbu, santan dan Ale *sejenis tauge tapi 'berkepala' besar dan berkulit hitam keras.
Pagi ini saya masak Mangut reguestnya Bos Ayah. Beliau lagi pengen Mangut Belut Panggang. Seperti biasa, saya masaknya abis subuh dan paginya langsung ngantor, jadi udah ga sempet motret. Fotonya terpaksa pake foto lama (Mangut Ikan Pe). Tapi basickly, resepnya sama aja kok ;)
Bahan :
1 bungkus (sekitar 250 gram) Belut / Ikan Pari Panggang 1 Bungkus tahu, belah menjadi 2 atau 4 5 siung Bawang Merah 5 siung Bawang Putih 5 butir Kemiri 2 buah Cabai merah 1/2 -1 sdt Terasi 1-2 cm Kencur 3 lembar Daun Salam 4-5 lembar Daun Jeruk Beberapa iris tipis Lengkuas Garam secukupnya Gula secukupnya 1/2 - 1 sdt Gula merah *optional 3-4 Buah Cabai Hijau. Iris tebal. sisihkan Ale secukupnya *optional Air secukupnya Santan secukupnya
Cara Membuat :
- Haluskan semua bahan, kecuali daun salam, daun jeruk dan lengkuas
- Tumis bumbu halus dan bumbu lainnya hingga harum. tambahkan air & aduk rata
- Masukkan belut/Ikan Pe panggang dan tahu
- Masukkan santan. Aduk rata dan ungkep sejenak hingga bumbu meresap
- Masukkan irisan cabai hijau dan Ale.
- Sajikan hangat
* Sejak tinggal di Semarang, saya sudah berusaha mencari Ale. Tapi sampai sekarang kok belum nemu juga. Dan setahu saya, di kuliner Semarang (sepertinya) tidak mengenal jenis bumbu ini. Adakah temen-temen MP-ers yang tau nama lain Ale, khususnya di Jawa Tengah? ************************************
Resep ini saya dedikasikan buat Ibu tercinta. Karena hampir semua masakan yang saya buat dan saya posting disini adalah resep Beliau --yang senantiasa Beliau olah dan sajikan untuk kami semua -- *Akhirnya, aku bisa masak masakan yang biasa Ibu bikin nih Bu :)
Sabtu,17 Maret 2012 lalu...saya seharusnya berangkat ke Jakarta. Sebagai salah satu finalis lomba resep yang diadakan oleh Resep Kita & Tupperware, saya mendapatkan undangan untuk hadir di acara gathering bersama para finalis lainnya di salah satu gedung di daerah HR. Rasuna Said. Selain untuk mengumumkan siapa saja para pemenang lombanya, di acara tersebut juga diadakan Baking Class bersama Farah Quinn. Saya tidak bisa hadir dan terpaksa ‘absen’ dari acara tersebut. Sebenernya saya kecewa juga. Bukan karena terpilih atau tidaknya saya (nanti) sebagai salah satu pemenang lomba. Saya kecewa karena melewatkan kesempatan untuk dapat tambahan ilmu baking. Walau saya sudah memberikan konfirmasi atas ketidakhadiran saya, namun pihak panitia tetap ‘keukeuh’ untuk meminta saya mencari pengganti sebagai wakil saya. Saya sempat bingung, kira-kira siapa yang mau mewakili saya, secara ipar saya di Bekasi Timur dan tidak suka baking. Alhamdulillah,setelah bertanya ke beberapa teman..akhirnya saya ‘berjodoh’ dengan Bunda-nya Rafi. Selain cinta baking, kebetulan tempat tinggal beliau cukup dekat dengan lokasi acara. Lega hati saya karena ‘jatah kursi’ saya tidak mubadzir ---klo ga ada yang mewakili, ilmu baking dari Farah Quinn-nya kan jadi mubadzir ;)
Singkat kata, acara selesai dan nama saya tidak masuk dalam daftar pemenang. Tapi ternyata, untuk para finalis disediakan juga kenang-kenangan yang cukup bikin saya surprise dan tersenyum lebar….Alhamdulillah ;)  Terima kasih buat Bunda Rafi yang luar biasa baik dan bersedia meluangkan waktunya untuk mewakili saya ... *semoga ga kapok ya Bun ;) Terima kasih Resep Kita dan Tupperware :) Saya punya stok tempe rada banyak. Daripada keburu semangit (berubah tekstur, rasa dan aroma), saya coba bikin jadi Perkedel Tempe.

Bahan : Tempe 2 kotak (lumayan besar), haluskan 5 siung bawang merah 3 siung bawang putih 2 buah cabe merah
garam secukupnya 2 butir telur, kocok sedikit tepung terigu untuk ‘mengikat’ adonan Cara Membuat : 1. Haluskan semua bumbu 2. Campur bumbu halus,tempe,dan telur 3. Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil 4. Goreng hingga berubah warna menjadi kecoklatan Saat posting foto ini, ada beberapa teman yang bertanya..apa bedanya dengan mendol? Terus terang saya kesulitan menjawabnya karena saya belum pernah makan mendol…*tutup muka. Tapi dari hasil googling resep mendol, sepertinya perbedaannya resep ini dengan mendol adalah tekstur tempenya dan bumbunya. Dari yang saya baca, kalau mendol,tempenya dihaluskan tapi tidak sampai lembut, di bumbunya ada campuran kencur dan daun jeruk. Selain itu mendol dibuat tanpa telur. Adakah yang tahu perbedaan lainnya?
Di rumah, saya punya buah kedondong lumayan banyak. Meski belinya udah seminggu, tapi tuh buah ga habis-habis juga. Sebagian sudah dirujak, tapi sisanya masih banyak. Ketimbang busuk karena ga ada yang doyan --rasanya super asem semua--, semalam kedondongnya saya bikin setup.

Bikinnya cepet banget...tinggal cemplang-cemplung ;)Bahan : 10 – 12 butir kedondong 200 gram gula pasir 50 gram gula jawa, iris halus Kayu manis secukupnya Cengkeh secukupnya 1 – 1.5 liter air
Cara membuat : - Rebus air hingga mendidih
- Masukkan semua bahan
- Rebus hingga air menyusut dan kedondong berubah warna
- Sajikan dingin
 Lumayan nih, semua pada suka setupnya :) *Akhirnya, habis juga tuh kedondong-kedondong ;)
Kemaren siang saya mendapatkan kejutan. Seorang sahabat mengabarkan bahwa (salah satu) resep saya dimuat di majalah Femina terbitan terbaru. Duh, rasanya bahagia luar biasa. Pasalnya, resep ini dulu sempat saya ikut sertakan di salah satu lomba di Jakarta. Sayangnya waktu itu saya belum beruntung dan tidak mendapatkan juara di lomba tersebut. Alhamdulillah, resep ini sekarang mendapat apresiasi dari majalah Femina.  Resep ini saya beri nama Bitterballen Singkong Seribu Pulau karena salah satu bahan sausnya menggunakan Thousand Island. Thousand Island sengaja saya pilih sebagai bahan dasar saus untuk merepresentasikan kekayaan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau , yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Sekedar cerita, saat interview singkat dengan pihak Femina (by phone), mereka sempat menanyakan alasan saya membuat Bitterballen Singkong Seribu Pulau. Alasan utama saya, resep ini saya buat supaya singkong semakin 'naik kelas'. Sebab kini singkong tidak lagi identik dengan makanan rakyat nan sederhana, tapi juga bisa diolah menjadi makanan cantik yang menggugah selera.
Meski sempat deg-degan karena interviewnya saya anggap 'kurang lancar' (saya nervous setengah mati, ditambah sinyal handphone saya kurang bagus). Tapi akhirnya saya lega setelah melihat hasilnya.
Terima kasih Femina :) Nayla, sulung saya yang baru berumur 8 tahun adalah duplikasi saya. Mulai dari karakter hingga hobby. Mulai dari hobby membaca,memasak hingga bikin kue. Kalau soal membaca, saya kalah jauh dibanding Nay. Dalam beberapa minggu terakhir ini kecepatan baca Nay meningkat drastis, Sedangkan saya, akhir-akhir ini malah semakin menurun kecepatan bacanya *_* Kalo saya perhatikan, dalam beberapa waktu terakhir ini ada 2 hal baru yang menarik minat Nay. Pertama Fotografi. Kedua, Sepak Bola. Kalau soal fotografi, mungkin karena Nay sering melihat saya sering mendokumentasikan semua perjalanan wisata kami, beberapa hasil masakan atau bahkan hasil baking saya. Sebenarnya Nay sudah lama suka memotret. Seringnya Nay memakai kamera pocket atau kamera HP milik Ayahnya. Kalo untuk ukuran anak kecil,boleh dibilang hasil potretan Nay lumayan bagus. Minat Nay pada fotografi 'mencapai puncaknya' saat minggu lalu tiba-tiba saya butuh foto diri terbaru. Mau ke studio foto, tapi kok sudah malam (hampir jam 9 malam,sedangkan saya butuh foto cepat karena harus dikirim malam itu juga). Mau foto sendiri, tapi suami sedang ada acara. Akhirnya saya terpaksa minta bantuan Nay untuk memotret saya. Setelah saya ajari beberapa teknik dasar memotret, Nay siap memotret saya. Dari sekian banyak jepretan Nay, saya paling suka foto ini  Selain fotografi, Nay juga suka main sepak bola. Sebenernya ini bukan hobby baru. Karena sejak Nay bisa berjalan, Nay lebih suka memanjat-manjat pagar dan main sepak bola ketimbang main boneka. Terinspirasi dari tayangan TV berjudul Tendangan si Madun,akhir-akhir ini Nay kembali menyukai hobby lamanya bermain sepak bola. Di sekolah, Nay sering menjadi Kiper. Mungkin karena Nay paling tinggi di kelasnya.Saking sukanya main sepak bola, tempo hari kaki Nay sempet bengkak karena terkilir saat main sepak bola di sekolah. Tak cukup sampai disitu, Nay juga jadi suka semua hal yang berhubungan dengan sepak bola. Bahkan Nay betah ngendon di kamarnya demi nonton pertandingan sepak bola di TV. Setelah ini, mau coba hobby baru apalagi Nduk ? :)  | Brengkes | Feb 20, '12 1:48 AM for everyone |

Pepes merupakan suatu cara mengolah bahan makanan (biasanya untuk ikan) dengan bantuan daun pisang untuk membungkus ikan beserta bumbunya. Bungkusan ini lalu dibakar (dipepes) di atas api atau bara api dari arang sampai mengering (sumber : Wikipedia). Di kota asal saya, Surabaya ; Pepes disebut juga Brengkes atau Brengkesan. Akhir-akhir ini saya lagi suka masak Brengkes. Pertama karena di rumah banyak pohon pisang. Kedua buat obat kangen saya sama Brengkes bikinan Ibu saya di Surabaya. Jadi setiap kali masak Brengkes, resep yang saya pakai selalu resep asli dari Ibu saya. Bumbunya sederhana saja, tapi selalu saya pakai untuk membuat semua olahan Brengkes. Entah itu Brengkes Ikan,Udang atau bahkan Jamur Tiram. Resep Brengkes : Bawang merah Bawang putih Kemiri Cabai rawit Cabe merah Daun jeruk purut Tomat ...*biasanya saya hanya pakai sedikit supaya bumbu tidak terlalu berair
Gula Garam Daun Kemangi untuk taburan Note :
*semua bumbu memakai takaran secukupnya ;) Kalo pengen pedes, rawitnya bisa ditambah. Kalo pengen lebih merah, Cabe merahnya ditambah. Kebetulan di tempat tinggal saya,Semarang : cabe merahnya adalah cabe merah keriting, jadi warna pepesnya kurang merah tapi rasanya lebih pedas. *Untuk brengkes jamur, biasanya bumbunya saya beri kocokan telur untuk 'mengikat' jamur dengan bumbunya
Cara Membuat :
1. Haluskan semua bumbu 2. Siapkan daun pisang yg telah sedikit dilayukan (supaya tidak mudah sobek) 3. Letakkan bahan (ikan,udang,atau jamur) yang akan dibrengkes di atas daun,beri bumbu halus dan kemangi secukupnya 4. Gulung daun pisang, rapikan dan semat kedua ujungnya dengan lidi 5. Kukus selama 15-20 menit.angkat 6. Bakar diatas api kecil sekitar 3-5 menit ..*bisa menggunakan besi untuk membakar ikan atau juga wajan anti lengket. 7. Angkat dan sajikan bersama nasi hangat

Sejak beberapa bulan yang lalu, hampir setiap hari kota Semarang diguyur hujan lebat.Bahkan sejak bulan Januari ini, hujan yang turun selalu disertai angin kencang.
Seperti biasa,pagi ini kabut masih belum beranjak pergi. Dan matahari yang masih tertutup mendung tebal membuat pagi ini terasa sangat dingin. Untuk penghangat tubuh, pagi ini saya bikin minuman hangat spesial : Wedang Tape. * Saya sebut spesial, karena minuman sederhana ini mengingatkan saya pada Ibu di Surabaya yang kerap membuat minuman ini di musim hujan.
Wedang Tape
Bahan-Bahan : 1. Tape secukupnya 2. Gula secukupnya 3. Air panas secukupnya
Cara membuat : 1. Campur semua bahan dalam gelas 2. Aduk hingga gula larut dan air cukup ‘keruh’ (tape ikut hancur) 3. Jika suka, tambahkan beberapa potong kecil tape dalam gelas 4. Sajikan panas
Note : Bahan-bahan yang saya pakai menggunakan takaran secukupnya karena tidak semua orang suka manis. Jadi,jika tape yang akan diolah termasuk jenis tape manis, maka gula yang dipakai cukup sedikit saja. Sebaliknya, jika tapenya berasa cukup asam, maka gula yang dipakai bisa sedikit lebih banyak.
--- Selain untuk sajian keluarga, Wedang Ronde ini saya buat untuk memenuhi tugas IDFB (Indonesian Food Blogger) yang telah memasuki Challenge ke 3 dan mengusung tema : Minuman Tradisional Indonesia.


Saat mudik ke Surabaya, akhir bulan Desember lalu..saya sempet naksir buku Mudah Memasak Kuliner Nusantara. Buku tebal ini bagus banget, sampulnya aja udah bikin saya 'meneteskan air liur', apalagi dalamnya ;) Berhubung saat itu saya harus 'diet beli buku'...alhasil, keinginan buat beli buku itu terpaksa harus ditahan dulu.
Beberapa minggu kemudian,saya sudah lupa dengan buku inceran saya.Eeh..ternyata Jumat kemaren saya malah dapat kiriman buku itu gratis. Bener-bener ga disangka :D Ceritanya, paket yang saya terima ini adalah kiriman dari panitia lomba foto yang saya ikuti beberapa waktu yang lalu. Rupanya, selain hadiah utama..tiap pemenang lomba berhak mendapatkan barang-barang merchandise dari pihak sponsor. Selain buku resep yang super keren, ada juga tas,botol kecap dan apron.Wuihh, seneng banget rasanya. Serasa dapat hadiah kejutan :)
 Minggu pagi, cuaca mendung dan hawa di Semarang masih dingin. Bawaan pengen males-malesan, minum teh panas sambil ngemil ;) Dengan semangat pengen ngemil, saya bergegas ke dapur. Berhubung pagi ini kita ada rencana mau turun ke Semarang Bawah buat jalan-jalan, saya sengaja bikin sesuatu yang simple dan cepet bikinnya. Pilihan jatuh ke resep Muffin-nya Bunda Ricke (Ordinary Kitchen). Tentu saja, resep beliau saya modifikasi sesuai dengan bahan yang saya punya.
Muffin Coklat
Bahan :
100 gram mentega 125 gram dark cooking chocolate, cincang kasar 100 ml susu cair 2 butir telur, kocok lepas 175 gram terigu protein sedang 15 gram coklat bubuk 100 gram gula halus 1 sdt baking powder 1/2 sdt garam Coklat Chips untuk taburan
Cara membuat:
1. Panaskan oven 200'C (api besar). Siapkan loyang muffin, alasi papercup Sisihkan. 2. Lelehkan mentega diatas api kecil. Masukkan dark cooking chocolate cincang. Aduk hingga coklat cukup meleleh sebagian. Matikan api. Aduk rata hingga seluruh coklat meleleh dan tercampur rata dengan mentega. Masukkan susu cair. Aduk rata. Sisihkan hingga agak dingin. 2. Masukkan telur ke dalam campuran coklat. Aduk rata. Sisihkan. 3. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, gula halus,baking powder, dan garam. Aduk rata. 4. Tuang adonan coklat ke dalam campuran tepung, aduk dua atau tiga kali cukup sampai tercampur dan tepung jadi basah saja. 5. Masukkan ke dalam papercup hingga 3/4 penuh.Taburi dengan coklat chips.Panggang dalam oven panas 200'C hingga mengembang naik, kurang lebih 15 menit. Turunkan suhu oven menjadi 180'C panggang 10 menit (total waktu pemanggangan 25 menit). 6. Keluarkan dari oven, sajikan hangat
Note : Muffin saya agak kurang mengembang, karena oven saya kurang panas saat memasukkan adonan muffin ke dalam oven.
 Tanggal 11 adalah tanggal 'sakral' buat saya, karena setiap bulan ; tepat di tanggal 11 saya harus mengumpulkan tugas dari LBT -club baking online- yang saya ikuti. Karena bulan ini bertepatan dengan bulan lahirnya LBT, maka tugas kali ini ga jauh dari tema ulang tahun. Yaitu kue apa saja (tidak harus berupa cake ) yang masuk kategori BAKING atau DIPANGGANG dengan penyajian dan presentasi kue bertema 1st Anniversary LBT atau Ulang Tahun LBT ke-1. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, saya hanya sempat membuat simple cup cake dengan penyajian sederhana. Berikut ini resepnya : Bahan Cup Cake : (Sumber : Rina Rinso) 150 gr margarin (boleh juga pakai butter ) 150 gr gula kastor (bisa juga menggunakan gula pasir yang diblender) 175 gr tepung terigu rendah protein 1 sdt BP (baking powder) 3 butir telur 1 sdt essens vanili Cara membuat : 1. Panaskan oven, siapkan cetakan cupcake, beri kertas cup. 2. Masukkan semua bahan ke dalam baskom. 3. Kocok dengan kecepatan sedang sekitar 5 menit 4. Masukkan ke cetakan cupcake yg sudah diberi kertas cup. 5.Panggang dengan suhu 180 derajat selama 18-20 menit. Hasil : 12 buah cup cake Topping : * Whipcream yang sudah dikocok, dicampur dengan susu bubuk (supaya lebih kokoh) * Hias sesuai selera * Taburi dengan sprinkle atau coklat chips
Uplek di dapur ternyata menjadi hobby baru Nayla,sulung saya yang belum genap 8 tahun. Sama seperti saya, selain hobby membaca, rupanya Nay juga sangat menyukai 'aktifitas' di dapur.
Kali ini, untuk pertama kalinya Nay membuat sesuatu tanpa bantuan saya. Snack yang dibuat Nay memang tergolong sangat mudah, tapi saya sangat menghargai usahanya untuk membuat sesuatu yang bisa disukai seluruh anggota keluarga. Dan yang membuat saya takjub, Nay membuat snack ini bukan dari koleksi buku resep makanan (untuk anak) yang saya punya, tapi terinspirasi dari buku mata pelajarannya :)
Bola Coklat Mini (Sumber resep : Buku Kerja Tematik - IPA kelas 2)
Alat dan Bahan :
- Biskuit
- Coklat butir
- Susu kental manis
- Sendok
- Piring
- mangkuk
- Kantong Plastik
Cara Membuat : - Masukkan biskuit ke dalam kantong plastik,lalu hancurkan dengan menggunakan tangan. Masukkan ke dalam mangkuk
- Tuangkan susu kental manis ke dalam biskuit. Aduk hingga rata
- Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil
- Tuangkan coklat butir ke dalam piring
- Letakkan bulatan biskuit di atas coklat butir. tutupi seluruh bagian biskuit dengan coklat
- Bola-bola coklat ini harus disimpan di dalam kulkas dalam wadah tertutup
*Judul asli : Bola-Bola Coklat Lezat Resep telah diuji oleh : Zahra Nayla Hidayat --bahan cara pembuatan,saya tulis sama persis seperti yang tertulis di buku mapel Nay ;) --  Saya dan suami sama-sama berkacamata. Dulu sempat terpikir, jangan-jangan anak-anak kami kelak juga berkacamata. Tapi saya sama sekali tidak menduga, bahwa Nayla ( 7,5 tahun) akan berkacamata dalam usia semuda ini.
Kemarin malam, kami bertiga pergi ke Optik langganan untuk mencari kacamata baru buat suami. Tiba-tiba terdengar celetukan Nay, "Aku kalo duduk di belakang (kelas), sering ga jelas kalo liat tulisan di papan lho Bu... " Saat itu juga saya langsung mengajak Nay untuk periksa mata. Ternyata mata Nay minus dan ada sedikit silinder. Awalnya Nay menolak untuk memakai kacamata. Tapi setelah kita jelaskan bahwa gangguan matanya bisa mempengaruhi pelajarannya di sekolah, ditambah lagi Ayahnya memilihkan kacamata berbingkai pink cantik untuknya, akhirnya Nay mau juga memakai kacamata. Well, welcome to the club, Dear :)
* Foto : ekspresi Nay saat nonton TV
 Beberapa waktu yang lalu, Komunitas Bangomania mengadakan lomba foto makanan berbahan dasar daging ( Sapi atau Kambing) plus kecap Bango tentunya. Dengan niat bulat ingin mengasah kemampuan memotret dan memasak, saya ikut serta dalam lomba tersebut.
Awalnya saya sempat kecil hati, karena 'senjata' yang saya gunakan untuk memotret hanya berupa Camera Digital Pocket jadul 10 MP. Jelas kurang 'mumpuni' dibandingkan kamera berjenis DSLR yang (banyak) dipakai oleh para peserta yang lain. Tapi saya mencoba meneguhkan hati dan tetap berusaha semaximal mungkin.
Saya mengirimkan 3 foto, nyaris tanpa berani berharap apa-apa. Karena saya menyadari, saya newbie soal Food Photography dan hanya bermodalkan kamera pocket. Tapi ga disangka, salah satu foto saya ( Iga Sapi Ungkep Bumbu Serai ) dianggap layak untuk menjadi salah satu pemenang..Alhamdulillah :)
Semoga kemenangan ini menjadi titik balik saya dan membuat saya semakin termotivasi untuk terus mengasah diri, baik soal Cooking, Baking maupun Food Fotography.
Postingan Vina tentang Nomor Cantik, membuat saya teringat bahwa beberapa waktu yang lalu --tepatnya saat ulang tahun Kayla (Sulungnya Vina)-- , saya sempet bertemu dengan beberapa mantan penyiar Imelda FM. Ada mbak Nina Adella, Mbak Santi Nurpratiwi, dan Vina Revi tentunya :)
Walo baru pertama kali ketemu, kami berempat bisa ngobrol dengan 'gayengnya' plus foto-foto bareng.Sayangnya saat para Emak sibuk berfoto : Nayla, Kayla dan Keiva justru (sedang) sibuk main sendiri. Alhasil, hanya ada foto putra-putri mbak Nina dan mbak Santi yang ada disini.
Saya, Vina, Mbak Nina, s kecil Dea (putri Mbak Nina),Mbak Santi dan putra putrinya
Ganti pose ;)
Saya dan 3 wanita cantik : Vina, Maci (kiri) dan Mbak Liza (kanan)-kakak Vina
Kissing Game --Game banyak-banyakan dicium Mama (masing-masing)--
Paling seneng liat foto ini, walo ga pernah ketemu tapi bisa asik main bareng --Nayla,Kayla,Keiva, Putra Mbak Liz dan Putri Sulungnya Bram (adik Vina)--
** Thanks a bunch buat Vina untuk kiriman foto-foto ber-empat-nya :) 
Ini baru pertama kalinya saya bikin roti. Kalo bukan karena "terpaksa", saya mungkin ga bakalan pernah bikin roti..hehe. Ada 2 hal yang membuat saya "terpaksa" bikin roti : pertama, karena harus bikin tugas dari club baking dengan tema sweet bread dan kedua karena saya pengen ikut Green Food Festival 2011 yang mengusung tema ; resep makanan berbahan dasar singkong,ubi dan sagu.
Alhamdulilah,walau masih dalam keadaan sakit akibat cedera tulang ekor..akhirnya saya berhasil juga bikin roti. Hasilnya memang belum maximal,tapi setidak-tidaknya saya sudah mencobanya :)
Roti Manis Singkong Isi Buah (Cassava Bread With Tropical Fruits) Bahan I (Roti) : 200 gram tepung terigu protein tinggi 50 gram singkong kukus,haluskan. ½ bungkus ragi instant 50 gram gula pasir 25 gram susu bubuk ¼ sdt bread improver 2 kuning telur 25 gram margarin asin ¼ sdt garam 100 ml air es (tambahkan 25-50ml air es jika adonan masih terlalu keras/kurang lembek,tambahkan sedikit demi sedikit) 3 kuning telur kocok untuk olesan Cara membuat : Campur semua bahan kering (kecuali garam), aduk rata Masukkan air dan telur, aduk dan uleni hingga rata Masukkan mentega dan garam, uleni hingga kalis Tutup adonan dengan plastic atau kain lembab sekitar 20 menit. Ambil adonan, timbang sekitar 15-20 gram bentuk bulatan-bulatan dan susun dalam loyang yang telah dioles margarine. Tutup dengan plastic. Diamkan sekitar 1 jam hingga mengembang.oles dengan kuning telur. Oven 25 menit dengan suhu sekitar 180 derajat celcius Dinginkan diatas cooling rack. Belah dan sisihkan. Bahan II (Cream): 50 gram mentega asin 50 gram susu bubuk 50 gram gula halus 1/4 kaleng susu kental manis putih Cara membuat : Campur semua bahan dan kocok semua bahan hingga rata Masukkan dalam piping bag, gunting sedikit ujungnya. Sisihkan Bahan III ( Buah-buahan) Strawberry secukupnya Kiwi secukupnya Mangga secukupnya Cara membuat : Kupas dan potong buah-buahan. Iris tipis . Sisihkan Cara penyajian : Ambil roti singkong yang telah dibelah. Isi dengan cream secukupnya Sisipkan buah-buahan secukupnya Sajikan 
Bitterballen Singkong Seribu Pulau Perpaduan antara singkong dan bahan-bahan lainnya membuat bitterballen ini terasa lembut di mulut. Kenikmatan rasa bitterballen semakin lengkap dengan rasa segar Saus Seribu Pulau. Thousand Island sengaja saya pilih sebagai bahan dasar saus untuk merepresentasikan kekayaan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau , yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Bahan: 50 gram margarin asin 90 gram kornet 100 gram tepung terigu protein sedang 200 gram singkong kukus, buang bagian tengahnya yang berbentuk tali
350 ml susu cair
3 siung bawang putih, haluskan 1/2 sendok teh garam 1/2 sendok teh merica bubuk 50 gram keju cheddar parut minyak untuk menggoreng Bahan pelapis: 4 putih telur, dikocok lepas 200 gram tepung panir halus Cara membuat: - Blender singkong kukus dan susu cair sampai lembut. Sisihkan.
- Panaskan margarin. Tumis bawang putih halus hingga harum.
- Masukkan kornet sampai berubah warna.
- Masukkan tepung terigu. Aduk hingga rata.
- Masukkan blenderan singkong&susu. Aduk sampai licin.
- Tambahkan garam, merica bubuk, dan keju parut. Aduk rata. Angkat.
- Ambil sedikit adonan. Bentuk bola kecil. Gulingkan di tepung panir halus. Celup ke dalam putih telur. Gulingkan lagi di tepung panir halus.
- Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan.
- Gunakan api kecil dan goreng hingga bitterballen berubah warna menjadi kecoklatan.
- Sajikan hangat bersama saus
Bahan Saus : Saus thousand island secukupnya Saus sambal botolan secukupnya Merica hitam yang dihaluskan sedikit kasar secukupnya Cara Membuat : - Campur ketiga bahan menjadi satu, aduk hingga rata
- Sajikan bersama bitterballen atau bisa juga di siram diatas bitterballen
|